Kegiatan

Terbaru

Gerakan Berbagi Buku untuk Negeri Dimulai dari Jantung Jakarta

Jakarta — Gerakan Berbagi Buku untuk Negeri kembali digelar, dan sasaran kegiatan kali ini dilakukan di Perpustakaan Unusia dan RPTRA Taman Amir Hamzah.

Kegiatan ini sudah berjalan sejak Jumat (10/10) lalu dengan tujuan menyalakan kembali semangat literasi dari jantung Ibu Kota, sekaligus menumbuhkan budaya membaca di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Gerakan ini hadir sebagai wujud nyata kepedulian terhadap rendahnya minat baca yang masih menjadi tantangan bangsa. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk kembali menjadikan buku sebagai jendela pengetahuan dan pintu menuju perubahan sosial yang positif.

Pada bulan Oktober yang identik dengan semangat Sumpah Pemuda, kegiatan ini menjadi simbol kebangkitan semangat berbagi pengetahuan dan inspirasi. Gerakan ini tidak hanya tentang buku, tetapi juga tentang memperkuat rasa persatuan dan gotong royong antar generasi muda Indonesia.

Baca Juga  Wiratama Bali Bedah Jejak Inspiratif Heru Budi Hartono dalam "Bukan Birokrat Biasa"

Sebanyak 1.000 eksemplar buku karya Bapak Fransiscus Go dan Bapak Heru Budi Hartono mulai didistribusikan ke berbagai tempat. Buku-buku tersebut akan disalurkan ke perpustakaan, taman baca, RPTRA, lembaga pendidikan, dan organisasi kepemudaan di wilayah Jakarta.

Distribusi ini menjadi bentuk kolaborasi lintas komunitas untuk memperkuat ekosistem literasi nasional. Setiap buku yang dibagikan diharapkan dapat membuka cakrawala berpikir dan menumbuhkan rasa ingin tahu di kalangan pembaca muda.

Abdul Rizki, pustakawan Perpustakaan Unusia, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami merasa bangga menjadi bagian dari gerakan ini. Buku bukan hanya sumber ilmu, tapi juga sarana membangun kesadaran dan karakter bangsa. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar semangat membaca tumbuh di setiap lapisan masyarakat,” ujarnya.

Gerakan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara penulis, pembaca, dan masyarakat. Dengan berbagi karya, para penulis ikut berkontribusi menyalakan cahaya ilmu di setiap sudut negeri. Dari satu tempat ke tempat lain, semangatnya tetap sama — menumbuhkan generasi muda yang berilmu, berdaya, dan berkarakter.

Baca Juga  Ketika Alam Berbicara: Tragedi Banjir Sumatera dan Seruan untuk Kembali Menjaga Bumi

Sepanjang bulan Oktober, Gerakan Berbagi Buku untuk Negeri akan terus bergerak menyapa berbagai perpustakaan dan taman baca di seluruh Indonesia. Gerakan ini menjadi gerbang menuju gerakan nasional yang lebih luas untuk membangun bangsa melalui literasi.

Melalui gerakan ini, tersampaikan pesan kuat bahwa ilmu dan persatuan selalu punya rumah di hati para pemuda bangsa. Dengan semangat kebersamaan, literasi bukan lagi sekadar kegiatan membaca — tetapi menjadi jalan menuju masa depan Indonesia yang lebih cerdas, berdaya, dan beradab.