Kegiatan

Terbaru

Tukar Pikiran #2 Wiratama: Kaum Muda dan Masa Depan Indonesia

Jakarta – Forum diskusi publik bertajuk Tukar Pikiran kembali digelar Wiratama untuk kedua kalinya dengan mengangkat tema “Kaum Muda Menatap Indonesia Masa Depan, Menjaga Harmoni Kebhinekaan”. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka bagi generasi muda untuk membahas tantangan dan peluang Indonesia di tengah keberagaman yang dimiliki.

Acara tersebut diselenggarakan pada Minggu, 1 Februari 2026, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Diskusi ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, khususnya kalangan muda yang memiliki kepedulian terhadap isu kebangsaan dan masa depan Indonesia.

Forum Tukar Pikiran Wiratama edisi kedua ini bertujuan mendorong keterlibatan aktif kaum muda dalam menjaga persatuan nasional. Di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang, peran generasi muda dinilai semakin strategis dalam merawat nilai-nilai kebhinekaan.

Dua narasumber dihadirkan dalam diskusi ini, yakni Ramdan Nugraha, mahasiswa program doktoral di International College of Thaksin University, serta Fially Fallderama selaku Kepala Penelitian dan Pengembangan Wiratama Civil Society. Keduanya menyampaikan pandangan kritis dan reflektif terkait peran anak muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam pemaparannya, Fially Fallderama menekankan bahwa kaum muda harus memiliki kesadaran sejarah dan identitas kebangsaan yang kuat. “Gobalisasi dan kemajuan teknologi tidak dapat menggerus nilai-nilai persatuan yang menjadi landasan Indonesia,” ujar Fially.

Baca Juga  Ketika yang Salah Berteriak Paling Keras, dan Kebenaran Dipaksa Diam

Akhirnya juga menyoroti pentingnya pendidikan penting bagi generasi muda. Ia menyebutkan bahwa kemampuan berpikir terbuka dan dialogis menjadi kunci untuk menghindari polarisasi serta konflik berbasis perbedaan suku, agama, dan budaya.

Sementara itu, Ramdan Nugraha menyoroti tantangan kebhinekaan di era digital. Ia menilai kerap media sosial menjadi ruang pinggiran bagi misinformasi dan kebencian yang dapat mengancam keharmonisan sosial.

Menurut Ramdan, kaum muda harus tampil sebagai agen perdamaian di ruang digital. Ia mendorong lahirnya narasi-narasi positif yang mengedepankan toleransi, empati, dan saling menghargai dalam keberagaman.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan dan pertanyaan dari peserta. Isu-isu seperti peran komunitas, literasi digital, hingga tanggung jawab moral generasi muda menjadi topik yang banyak dibahas.

Forum ini juga menekankan bahwa kebhinekaan bukan sekedar slogan, melainkan praktik hidup sehari-hari yang harus dijaga bersama. Kaum muda dinilai memiliki energi dan kreativitas untuk menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam tindakan nyata.

Baca Juga  Kepedulian Jadi Kunci Penguat Persatuan dan Perubahan Sosial

Direktur Wiratama CS, Deni Gunawan menilai, Tukar Pikiran dapat menjadi ruang aman bagi pertukaran gagasan lintas perspektif. Diskusi publik semacam ini dianggap penting untuk membangun budaya dialog yang sehat di tengah masyarakat.

Selain itu, forum ini diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan segar yang dapat berkontribusi bagi pembangunan sosial dan kebangsaan. Partisipasi aktif generasi muda menjadi indikator optimisme terhadap masa depan Indonesia.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Wiratama Civil Society dalam mendorong kesadaran kritis dan partisipasi masyarakat. Melalui diskusi rutin, organisasi ini berupaya memperkuat peran masyarakat sipil, khususnya kaum muda.

Forum Tukar Pikiran edisi kedua ini menegaskan bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda. Dengan semangat kebhinekaan, dialog, dan kolaborasi, Indonesia diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Ke depan, forum serupa yang direncanakan akan terus digelar dengan tema-tema aktual lainnya. Tukar Pikiran diharapkan menjadi wadah berkelanjutan bagi kaum muda untuk merumuskan gagasan dan menjaga keharmonisan Indonesia yang majemuk.