WIRATAMA CS – Memasuki hari ke-36, rangkaian Munajat Doa 100 Hari yang diselenggarakan Wiratama Civil Society (Wiratama CS) untuk Bapak Heru Budi Hartono kembali digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus penguatan nilai kebersamaan. Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus, relawan, dan masyarakat yang secara konsisten memanjatkan doa agar Heru Budi Hartono senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Munajat yang berlangsung secara khidmat itu diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dzikir, istighasah, dan doa bersama. Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa doa merupakan bagian dari ikhtiar yang tidak terpisahkan dari usaha nyata dalam menjalani kehidupan.
Manajer Program Wiratama CS, Moch Ja’far Shodiq, mengatakan bahwa memasuki hari ke-36 menjadi momentum untuk menjaga konsistensi dalam berdoa sekaligus memperkuat semangat berbagi kebaikan kepada sesama.
“Munajat ini bukan hanya tentang mendoakan Bapak Heru Budi Hartono, tetapi juga menjadi sarana memperbaiki diri. Kami berharap setiap doa yang dipanjatkan mampu melahirkan hati yang lebih sabar, lebih peduli, dan semakin kuat dalam menebarkan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ja’far Shodiq.
Menurutnya, tradisi berdoa bersama memiliki nilai pendidikan karakter yang penting. Selain mengajarkan kesabaran dan keikhlasan, munajat juga membangun budaya saling mendoakan tanpa memandang latar belakang, sehingga memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
Ja’far menambahkan bahwa doa hendaknya tidak berhenti pada permohonan secara lisan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata seperti membantu sesama, menjaga persatuan, serta bekerja dengan penuh integritas. Nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Harapan kami, hingga genap 100 hari nanti seluruh rangkaian munajat dapat menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu diawali dari hati yang bersih, doa yang tulus, dan komitmen untuk terus berbuat baik,” katanya.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang refleksi bersama mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara aspek spiritual dan tanggung jawab sosial. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, doa dipandang sebagai sumber kekuatan batin yang mampu menumbuhkan optimisme sekaligus mempererat solidaritas antarsesama.
Dalam perspektif pendidikan karakter, kebiasaan bermunajat secara rutin dapat menanamkan nilai religius, disiplin, empati, serta rasa syukur. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk membangun lingkungan yang damai, saling menghormati, dan mengedepankan semangat gotong royong.
Wiratama CS berharap rangkaian Munajat Doa 100 Hari tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi gerakan moral yang menginspirasi masyarakat untuk membiasakan doa, memperkuat kepedulian sosial, serta terus menebarkan manfaat bagi lingkungan. Dengan semangat tersebut, doa yang dipanjatkan diharapkan menjadi energi positif bagi Bapak Heru Budi Hartono maupun bagi seluruh masyarakat yang mendambakan kehidupan yang lebih baik.











