Jakarta – Wiratama terus memperkuat struktur organisasinya dengan membentuk koordinator daerah di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan jejaring dan perluasan dampak gerakan sosial yang diusung Wiratama di tingkat lokal.
Sejumlah daerah telah memiliki koordinator aktif yang sekaligus didukung oleh kehadiran media sosial sebagai sarana komunikasi dan publikasi kegiatan. Kehadiran media sosial dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi serta membangun partisipasi masyarakat.
Adapun daerah yang telah memiliki koordinator sekaligus aktif di media sosial meliputi Bali, Sulawesi Selatan, Tangerang Selatan, dan Sulawesi Barat. Keempat wilayah ini menjadi contoh awal penguatan peran daerah dalam ekosistem Wiratama.
Melalui kanal media sosial, para koordinator daerah tersebut berperan dalam menyampaikan program, aktivitas, serta nilai-nilai yang diusung Wiratama kepada masyarakat luas. Hal ini sekaligus memperkuat identitas dan konsistensi gerakan di masing-masing wilayah.
Di sisi lain, Wiratama juga telah membentuk koordinator daerah di sejumlah wilayah yang saat ini belum memiliki media sosial resmi. Daerah-daerah tersebut antara lain Jambi, Garut, Lumajang, Nusa Tenggara Barat, DKI Jakarta, dan Bogor Raya.
Meski belum didukung oleh kanal media sosial, keberadaan koordinator di wilayah tersebut tetap menjadi fondasi penting dalam pengembangan organisasi. Para koordinator berperan sebagai penghubung utama antara pusat dan masyarakat di daerahnya masing-masing.
Direktur Wiratama CS, Deni Gunawan memandang kondisi ini sebagai peluang untuk terus bertumbuh dan melakukan penguatan kapasitas organisasi di daerah. Pengembangan media sosial daerah menjadi salah satu agenda strategis ke depan guna mendukung transparansi dan keterbukaan informasi.
“Dengan adanya koordinator di berbagai wilayah, Wiratama berharap dapat lebih responsif terhadap kebutuhan lokal serta mendorong lahirnya program-program yang relevan dengan kondisi masyarakat setempat,” kata Deni.
Ke depan, Wiratama berkomitmen untuk terus melengkapi struktur daerah, memperkuat jejaring, serta memastikan setiap koordinator memiliki sarana komunikasi yang efektif. Langkah ini diyakini akan memperkuat peran Wiratama sebagai organisasi masyarakat sipil yang inklusif dan berdampak luas.











