Jakarta – Wiratama terus mematangkan langkah penguatan organisasi melalui koordinasi wilayah yang melibatkan sejumlah daerah. Hasil obrolan dan penyampaian masukan dari tiap perwakilan daerah menjadi pijakan awal untuk merumuskan program, strategi, serta arah gerakan yang relevan dengan kebutuhan lokal.
Di Nusa Tenggara Barat (NTB), diskusi menyoroti minimnya pelatihan kewirausahaan bagi pemuda dan mahasiswa. Selain itu, rendahnya minat generasi muda untuk bergabung dalam organisasi yang bersifat terikat dan terstruktur, khususnya berbasis relawan, menjadi tantangan yang perlu dicarikan solusi bersama.
Wiratama NTB ke depan berencana membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan lain sebagai upaya memperluas dampak. Pengelolaan media sosial, terutama Instagram, masih dalam tahap perancangan, termasuk pencarian tim khusus. Persoalan regenerasi juga menjadi perhatian utama agar keberlanjutan organisasi tetap terjaga.
Sementara itu, Wiratama Garut masih berada pada fase penguatan awal. Pengelolaan media sosial sedang dalam tahap koordinasi, dengan fokus utama pada isu-isu strategis daerah seperti ekonomi, kesehatan, dan pertanian yang dinilai membutuhkan kontribusi nyata.
Wiratama Garut diharapkan dapat terlibat langsung dalam kegiatan sosial dan menjadi wadah responsif terhadap persoalan masyarakat. Langkah awal diarahkan pada pembangunan relasi serta internalisasi nilai-nilai Wiratama agar gerakan yang dibangun memiliki fondasi yang kuat.
Di Bali, Wiratama merencanakan kegiatan perdana berupa diskusi atau bedah buku sebagai pintu masuk penguatan intelektual dan jejaring. Isu lingkungan, khususnya banjir dan degradasi lingkungan, menjadi perhatian utama yang dinilai memerlukan respons konkret dan berkelanjutan.
Selain itu, muncul kebutuhan akan kejelasan arah kebijakan organisasi, apakah Wiratama akan berfokus pada satu provinsi atau memberi ruang bagi daerah untuk menjadi penggagas ekspansi ke wilayah lain. Dalam tahap awal, Wiratama Bali akan memfokuskan gerakannya pada dua daerah yang berada dalam koordinasinya.
Di Sulawesi Selatan, kegiatan pertama direncanakan berlangsung pada Januari melalui bedah buku karya HBH. Wiratama Sulsel juga akan melakukan kunjungan ke sejumlah kampus untuk menjaring dan merekrut sumber daya manusia, serta melibatkan akademisi dalam pengembangan organisasi.
Pembangunan kepercayaan menjadi fondasi utama Wiratama Sulsel sebelum melangkah lebih jauh. Sementara di Sulawesi Barat, fokus diskusi mengarah pada upaya memperjelas arah dan tujuan Wiratama sebagai bahan sosialisasi, serta percepatan legalitas agar organisasi dapat bergerak lebih luas dan resmi.
Secara umum, pertemuan atau rapat koordinasi Wiratama direncanakan berlangsung rutin satu kali setiap bulan. Rangkuman hasil koordinasi ini menjadi catatan penting sebagai dasar konsolidasi nasional, sekaligus penegasan komitmen Wiratama untuk tumbuh bersama daerah dan menjawab tantangan sosial secara kolaboratif.











