WIRATAMA — Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, disiapkan untuk mengalami transformasi besar dalam beberapa tahun ke depan. Penataan kawasan tersebut diarahkan menjadi ruang kota yang lebih luas, terintegrasi dengan transportasi publik, sekaligus memiliki ruang publik yang lebih besar bagi masyarakat.
Transformasi Blok M tersebut melibatkan kolaborasi antara Heru Budi Hartono dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Penataan dilakukan secara bertahap dengan target pengembangan hingga 2029.
Dalam rencana tersebut, luas kawasan yang dikembangkan ditargetkan mencapai sekitar 10 kali lipat dibandingkan kawasan yang menjadi cakupan penataan saat ini. Perluasan tersebut diharapkan dapat membentuk kawasan perkotaan yang lebih terintegrasi.
Selain memperluas kawasan, ruang publik juga menjadi salah satu perhatian utama. Luasan ruang publik ditargetkan meningkat hingga lima kali lipat sehingga masyarakat memiliki lebih banyak ruang untuk beraktivitas, berinteraksi, maupun menikmati kawasan perkotaan.
Pengembangan Blok M juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas dengan transportasi publik. Integrasi tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih mudah berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya tanpa bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi.
Konsep tersebut sejalan dengan kebutuhan Jakarta untuk mengembangkan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas komersial, tetapi juga memberikan ruang bagi pejalan kaki dan masyarakat. Blok M diharapkan dapat menjadi salah satu contoh kawasan yang menggabungkan fungsi ekonomi, mobilitas, dan ruang publik.
Transformasi kawasan juga akan dilakukan secara bertahap hingga 2029. Pendekatan bertahap dinilai penting agar proses penataan dapat berjalan beriringan dengan aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi yang selama ini telah berkembang di kawasan Blok M.
Dengan pengembangan yang lebih luas, Blok M berpotensi memiliki fungsi yang semakin beragam. Kawasan ini dapat menjadi ruang pertemuan antara aktivitas perdagangan, hiburan, transportasi, dan kegiatan sosial masyarakat dalam satu kawasan yang terintegrasi.
Perluasan ruang publik hingga lima kali lipat juga diharapkan memberikan wajah baru bagi kawasan Blok M. Ruang terbuka yang lebih luas dapat mendukung aktivitas masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih nyaman.
Transformasi hingga 2029 tersebut pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai perubahan fisik kawasan. Penataan Blok M diarahkan untuk membangun kawasan perkotaan yang lebih terhubung, inklusif, dan ramah bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran transportasi publik dalam kehidupan sehari-hari warga Jakarta.









