WIRATAMA — Wiratama Official menggelar diskusi bertajuk “Sehat Fisik, Tenang Mental” secara daring melalui Zoom, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan yang mengangkat tema “Kesehatan Fisik dan Mental: Dua Sisi yang Sering Dilupakan” ini menghadirkan Kepala Perencanaan dan Pemasaran RS Islam Siti Hajar Sidoarjo, dr. Silvy Rahmah Yanthy, MMRS, dengan moderator Ketua Wilayah Wiratama DKI Jakarta Imam Fauzi.
Diskusi tersebut mengajak mahasiswa dan pekerja muda untuk lebih peduli terhadap keseimbangan kesehatan fisik dan mental di tengah berbagai tuntutan aktivitas sehari-hari.
Dalam paparannya, dr. Silvy mengatakan tubuh kerap memberikan sinyal sebelum seseorang benar-benar jatuh sakit. Sinyal tersebut antara lain sulit tidur, sakit kepala berulang, ketegangan otot, mudah lelah, hingga menurunnya semangat beraktivitas.
“Kita sering menunggu sakit untuk beristirahat, padahal tubuh sudah memberi sinyal jauh sebelumnya,” kata dr. Silvy.
Ia menjelaskan kesehatan mental bukan berarti seseorang harus selalu bahagia. Menurutnya, kesehatan mental berkaitan dengan kemampuan seseorang menjalani aktivitas dan menghadapi tekanan secara adaptif. Kondisi fisik dan mental juga saling memengaruhi.
Diskusi turut membahas pengalaman yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Ryan mengangkat persoalan ketika seseorang dianggap lebay saat bertanya atau mencurahkan isi hati kepada teman. Amelia membahas inner child dan self-reward, sementara Fahmi berbagi mengenai proses pemulihan setelah mengalami putus cinta ketika perasaan masih kuat.
Dr. Silvy juga memperkenalkan konsep “traffic light” untuk mengenali kondisi diri, mulai dari zona hijau ketika kondisi relatif seimbang, zona kuning saat mulai muncul kelelahan dan perubahan emosi, hingga zona merah ketika aktivitas sehari-hari mulai terganggu.
Sebagai langkah menjaga kesehatan, ia menekankan pentingnya tidur yang cukup, aktivitas fisik, nutrisi seimbang, serta keberanian mencari bantuan profesional ketika kondisi mental mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.
“Jangan tunggu tubuh memaksa kita berhenti. Produktif itu keren, tahu kapan harus pulih lebih keren,” ujar dr. Silvy.
Melalui kegiatan ini, Wiratama mendorong generasi muda untuk lebih peka terhadap kondisi diri dan menjadikan kesehatan fisik serta mental sebagai bagian penting dari keseharian.








