Kegiatan

Terbaru

Wiratama Civil Society Gelar Konsolidasi Nasional, Perkuat Arah Gerakan dan Strategi Media Digital

Jakarta – Wiratama Civil Society menggelar kegiatan bertajuk “Konsolidasi Nasional Wiratama” sebagai ruang bersama untuk menyelaraskan arah gerakan organisasi di tingkat nasional. Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sistem kesekretariatan serta merumuskan strategi media di tengah tantangan era digital.

Konsolidasi nasional tersebut dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026, mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai, melalui platform G-Meeting. Kegiatan diikuti oleh koordinator serta jajaran Badan Pengurus Harian (BPH) Wiratama dari berbagai daerah di Indonesia.

Direktur sekaligus Ketua Umum Wiratama Civil Society, Deni Gunawan, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya konsolidasi sebagai fondasi keberlanjutan gerakan. Menurutnya, organisasi yang besar harus memiliki kesamaan arah dan semangat.

“Konsolidasi nasional ini bukan sekadar agenda formal, tetapi ruang menyatukan visi dan komitmen agar gerakan Wiratama tetap relevan dan berdampak nyata di masyarakat,” ujar Deni Gunawan dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa dinamika sosial yang terus berubah menuntut organisasi sipil untuk adaptif tanpa kehilangan nilai dasar perjuangan. Oleh karena itu, penyelarasan gerakan menjadi hal yang tidak bisa ditunda.

“Kita ingin Wiratama tumbuh sebagai gerakan yang kuat secara struktur, matang secara gagasan, dan solid secara jaringan,” lanjutnya.

Baca Juga  Belajar Bijak Mengelola Ekonomi: Refleksi dan Tantangan Anak Muda Masa Kini

Sesi berikutnya diisi oleh Kepala Litbang Wiratama, Fialy Fallderama, yang memaparkan materi terkait value based dan arah gerakan. Ia menegaskan bahwa nilai menjadi kompas utama dalam setiap langkah organisasi.

“Gerakan Wiratama harus berpijak pada nilai, bukan sekadar reaksi sesaat terhadap isu. Nilai inilah yang menjaga konsistensi dan integritas kita,” kata Fialy Fallderama.

Menurutnya, tantangan terbesar organisasi hari ini bukan hanya pada aksi lapangan, tetapi bagaimana menjaga identitas gerakan di tengah derasnya arus informasi digital. Karena itu, penguatan ideologis menjadi kebutuhan mendesak.

Pembahasan kemudian berlanjut pada aspek kesekretariatan yang disampaikan oleh Moch. Jafar Sodiq, selaku Manajer Program sekaligus Sekretaris Wiratama. Ia menyoroti pentingnya tata kelola organisasi yang tertib dan terintegrasi.

“Kesekretariatan adalah tulang punggung organisasi. Tanpa administrasi yang rapi, gerakan yang besar pun akan sulit berjalan efektif,” ujar Moch. Jafar Sodiq.

Ia menambahkan bahwa penguatan sistem administrasi di daerah akan mempermudah koordinasi nasional serta mempercepat pengambilan keputusan strategis. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga ritme kerja organisasi.

Baca Juga  Perkuat Layanan Kesehatan Klinik, Wiratama CS Salurkan Oxygen Concentrator ke Wilayah Jawa Barat

Sementara itu, pada sesi media sosial, Wildan M. Ma’ruf dari Divisi Media Sosial Wiratama memaparkan strategi pengelolaan media di era digital. Ia menekankan bahwa media sosial bukan sekadar alat publikasi, tetapi ruang narasi.

“Media sosial adalah wajah gerakan kita. Apa yang kita sampaikan di sana akan membentuk persepsi publik terhadap Wiratama,” ungkap Wildan M. Ma’ruf.

Ia juga mendorong seluruh pengurus daerah untuk aktif memproduksi konten yang edukatif, konsisten, dan selaras dengan nilai organisasi. Menurutnya, kolaborasi konten antarwilayah dapat memperkuat gaung gerakan secara nasional.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Para peserta dari berbagai daerah menyampaikan pandangan, tantangan, serta usulan terkait penguatan organisasi ke depan.

Konsolidasi Nasional Wiratama ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk terus menjaga soliditas, memperkuat struktur, dan mengembangkan strategi komunikasi yang adaptif. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju gerakan Wiratama Civil Society yang lebih terorganisir, berdaya saing, dan berdampak luas.