Kegiatan

Terbaru

Munajat Doa 100 Hari Wiratama untuk Heru Budi Hartono Memasuki Hari Keempat

JAKARTA — Program Munajat Doa 100 Hari yang diinisiasi oleh Wiratama Civil Society untuk Heru Budi Hartono terus bergulir dengan khidmat. Memasuki hari keempat pelaksanaannya, kegiatan yang sarat nilai spiritual ini semakin menunjukkan kesungguhan komunitas Wiratama dalam mendoakan dan membersamai sosok yang mereka yakini sebagai teladan integritas bagi bangsa Indonesia.

Wiratama Civil Society selama ini dikenal sebagai gerakan kepemudaan yang konsisten mengangkat nilai-nilai kebangsaan, kepemimpinan, dan keteladanan. Dalam program munajat doa kali ini, Wiratama menggerakkan jaringan anggotanya di berbagai daerah untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi Heru Budi Hartono, birokrat senior yang dikenal dengan rekam jejak panjangnya dalam pelayanan publik, mulai dari menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Utara, Kepala Sekretariat Presiden, hingga Penjabat Gubernur DKI Jakarta periode 2022–2024.

Kegiatan munajat doa ini digelar secara serentak dan berkesinambungan selama 100 hari berturut-turut, melibatkan anggota dan simpatisan Wiratama dari berbagai penjuru Indonesia. Setiap harinya, peserta berkumpul untuk bersama-sama mengucap doa dan harapan terbaik bagi Heru Budi Hartono, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi panjang yang telah ditorehkan selama mengabdi kepada negara.

Moch Ja’far Shodiq, Manajer Program Wiratama, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual doa biasa, melainkan sebuah gerakan kolektif yang lahir dari ketulusan hati. “Program munajat doa 100 hari ini adalah wujud nyata kecintaan kami kepada sosok yang telah memberikan teladan luar biasa bagi bangsa. Kami percaya bahwa doa adalah kekuatan terbesar yang bisa kami berikan, dan kami ingin memastikan bahwa setiap langkah beliau selalu diiringi oleh doa terbaik dari kami semua,” ujar Ja’far.

Baca Juga  Kembali Digelar, Sekolah Muda Wiratama Gaungkan Semangat Pemuda Bangun Negeri Lewat Literasi, Ekonomi, Budaya, dan Pancasila

Pada hari keempat ini, suasana munajat berlangsung penuh kekhusyukan. Para peserta yang hadir, larut dalam lantunan doa dan zikir yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan. Antusiasme yang terpancar dari para anggota Wiratama mencerminkan kuatnya ikatan emosional dan ideologis mereka terhadap sosok Heru Budi Hartono sebagai inspirasi dalam dunia birokrasi dan kepemimpinan nasional.

Wiratama memandang Heru Budi Hartono sebagai representasi nyata dari seorang birokrat yang menempatkan integritas, kerja keras, dan komunikasi yang apik sebagai fondasi utama dalam berkarier. Nilai-nilai inilah yang terus dipupuk dan disebarluaskan Wiratama kepada para kader mudanya di seluruh Indonesia, menjadikan sosok Heru Budi sebagai referensi moral dan profesional yang layak diteladani.

Ja’far menambahkan bahwa program 100 hari ini dirancang agar tidak sekadar menjadi agenda seremonial yang berlalu begitu saja. “Kami ingin setiap hari dari 100 hari ini benar-benar bermakna. Ada konsistensi, ada ketulusan, dan ada semangat yang kami jaga agar tidak padam. Ini adalah bentuk nyata bahwa Wiratama hadir bukan hanya saat ada momen besar, tapi juga dalam keistiqomahan doa yang kami jaga setiap harinya,” tambahnya.

Baca Juga  Wiratama CS Perluas Gerakan Literasi Lewat Distribusi dan Bedah Buku di Sejumlah Daerah

Wiratama Civil Society berencana menjaga konsistensi program ini hingga genap 100 hari tanpa jeda, sebagai komitmen penuh komunitas tersebut kepada nilai-nilai yang diyakininya. Jaringan Wiratama yang tersebar dari Sumatera hingga Papua diharapkan turut berpartisipasi aktif, menjadikan program munajat doa ini sebagai gerakan spiritual nasional yang menyatukan tekad dan harapan bersama.

Program Munajat Doa 100 Hari ini sejatinya menjadi cerminan dari misi besar Wiratama dalam membangun ekosistem kepemudaan yang tidak hanya berorientasi pada aksi sosial dan politik, tetapi juga pada kekuatan spiritual dan moral. Dengan terus bergulirnya kegiatan ini hari demi hari, Wiratama menegaskan diri sebagai komunitas yang tidak hanya bergerak di ruang intelektual, tetapi juga hadir dengan sepenuh jiwa dalam setiap doa yang mereka panjatkan.